Kamis, 15 Maret 2018

Rata Sajak si lemah jiwa

Kepada rasa, kepada cinta.
Aku ingin menyampaikan sedikit prosa.
Tentang perasaan, si lemah jiwa.

Kini aku buta, gelap tiada dua.
Kini aku tuli, sunyi sepi tiada henti.
Aku hancur, oleh rasa yang terkubur.

Lalu engkau datang, membawa secercah rasa.
Menggenggam setiap asa;
Merangkul segala cita;
Memberikan kehangatan jiwa.

Lalu aku mulai terbius akan keadaan.
Terlena oleh kebahagiaan,
Yang diciptakan oleh sang insan.

Tanpa aku sadari, itu hanyalah ilusi.
Kebahagiaan semu yang diciptakannya.
Lalu aku terjerumus, lagi.
Dalam jurang yang lebih dalam dan terjal tak terkira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar