Aku sedang berdiri, menatap sang mentari.
Suasana sejuk pagi hari.
Membuatku nyaman diam disini.
Aku mulai menyadari.
Tentang kehidupanku akhir-akhir ini.
Banyak pertanyaan yang bercokol dalam hati.
Mengapa, kau masih bertahan?
Saat tau aku banyak kekurangan?
Mengapa, kau berlapang dada?
Saat tau aku tidak sebaik yang kau kira?
Mengapa, masih kau cari?
Saat aku berlari dan pergi?
Aku pun menyadari bahwa aku yang buruk disini.
Bermula dari aku yang tidak bisa menjaga diri.
Sampai kamu yang menerimaku dengah hati.
Dan aku yang tak bisa berkata-kata lagi.
Senin, 16 Juli 2018
Rata sajak Aku Ingin
Aku ingin dicintai,
Oleh sang insan,
Yang menjungjung tinggi keegoisan.
Aku ingin diperhatikan,
Oleh sang adam,
Yang terlalu lama terdiam.
Aku ingin terlihat,
Oleh sang pujaan,
Yang buta akan masa depan.
Aku ingin belajar,
Darinya sang impian,
Yang begitu mudah mematahkan.
Aku ingin berlari
Darinya sang dewa
Yang lagi lagi meremukan hati
Oleh sang insan,
Yang menjungjung tinggi keegoisan.
Aku ingin diperhatikan,
Oleh sang adam,
Yang terlalu lama terdiam.
Aku ingin terlihat,
Oleh sang pujaan,
Yang buta akan masa depan.
Aku ingin belajar,
Darinya sang impian,
Yang begitu mudah mematahkan.
Aku ingin berlari
Darinya sang dewa
Yang lagi lagi meremukan hati
Kamis, 15 Maret 2018
Rata Sajak si lemah jiwa
Kepada rasa, kepada cinta.
Aku ingin menyampaikan sedikit prosa.
Tentang perasaan, si lemah jiwa.
Kini aku buta, gelap tiada dua.
Kini aku tuli, sunyi sepi tiada henti.
Aku hancur, oleh rasa yang terkubur.
Lalu engkau datang, membawa secercah rasa.
Menggenggam setiap asa;
Merangkul segala cita;
Memberikan kehangatan jiwa.
Lalu aku mulai terbius akan keadaan.
Terlena oleh kebahagiaan,
Yang diciptakan oleh sang insan.
Tanpa aku sadari, itu hanyalah ilusi.
Kebahagiaan semu yang diciptakannya.
Lalu aku terjerumus, lagi.
Dalam jurang yang lebih dalam dan terjal tak terkira.
Jumat, 09 Februari 2018
Rata sajak Sendiri
Aku menyadari, semuanya bermula dari sini.
Bermula dari Aku yang memperhatikanmu dengan hati.
Lalu jatuh tak sadarkan diri, dari pesonamu yang sulit ku pahami.
Namun takdir, seakan tak ingin ku miliki.
Kini Aku terjebak dalam kebisuan dan kegelapan.
Yang aku buat sendiri, luka yang bahkan ku toreh sendiri.
Menyimpan semuanya sendiri, karna aku sadar.
Semuanya bermula dari sini, dari aku yang terlalu mudah terperosok akan pesona dirimu.
Bermula dari Aku yang memperhatikanmu dengan hati.
Lalu jatuh tak sadarkan diri, dari pesonamu yang sulit ku pahami.
Namun takdir, seakan tak ingin ku miliki.
Kini Aku terjebak dalam kebisuan dan kegelapan.
Yang aku buat sendiri, luka yang bahkan ku toreh sendiri.
Menyimpan semuanya sendiri, karna aku sadar.
Semuanya bermula dari sini, dari aku yang terlalu mudah terperosok akan pesona dirimu.
Jumat, 05 Januari 2018
Rata Sajak Rindu
Rindu gemar sekali kau datang dalam sanubari
Tak bisakah kau tenang walau sehari
Aku terlalu lelah untuk menanti
Menanti dirinya yang tidak pasti
Tidak pasti kapan singgah dalam hati
Tak bisakah kau tenang walau sehari
Aku terlalu lelah untuk menanti
Menanti dirinya yang tidak pasti
Tidak pasti kapan singgah dalam hati
Langganan:
Postingan (Atom)